FILSAFAT POHON KELAPA SEBAGAI PEMBANGUN

FILSAFAT POHON KELAPA SEBAGAI PEMBANGUN
MANUSIA INDAH
Oleh Annisa Handayani*

Banyak yang mengagung-agungkan pohon kelapa sebagai lambang keindahan dan kebijaksanaan sampai-sampai tercipta lagu Rayuan Pulau Kelapa yang menggambarkan keindahan negri Indonesia yang elok dan amat dicintai oleh masyarakatnya. Pohon kelapa yang menghiasi dan tumbuh subur di pantai indah melambai-lambai. Dari filosofi sebatang pohon kelapa inilah, kita mampu menggambarkan suatu organisme atau makhluk hidup yang tangguh dan eksis dalam kondisi lingkungan yang minim. Mulai dari ujung perakaran sampai buahnya, kelapa berguna bagi makhluk hidup lain. Seandainya manusia sanggup menjalankan kehidupannya dengan mengambil filosofi pohon kelapa, dia akan menjadi manusia yang tegar, kokoh, dan tidak terombang-ambing oleh arus kebusukan sosial. Meski hidup kekurangan, dia mampu berusaha untuk melangsungkan hidupnya dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Tumbuh dimana saja
Kita hampir menemukan pohon kelapa dimanapun kita berada. Di desa, kota, sawah, ladang, kebun, bahkan sangat banyak ditemukan di pantai. Mengapa? Yang kita ketahui bahwa tidak banyak pohon yang dapat tumbuh subur di daerah pantai karena pantai merupakan daerah yang memiliki sedikit nutrisi dalam tanahnya dan struktur tanahnya juga yang berupa pasir. Namun tanaman ini mampu menopang tubuhnya atas bantuan akar yang disesuaikan dengan karakter tempatnya tumbuh. Perakaran yang serabut dengan serabut yang besar dapat membantu tanaman ini untuk berdiri tegak dan kokoh walau sebesar apapun tubuhnya, selebat apapun daunnya, dan sebanyak apapun buahnya. Bahkan buah kelapa tua yang jatuh dengan sendirinya dapat tumbuh menjadi tunas kelapa yang baru untuk membentuk generasi penerusnya.
Hal ini yang seharusnya dapat kita pelajari dan kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Besok, lusa, satu minggu lagi, satu bulan lagi, satu tahun lagi, atau entah kapan, kita pasti akan beranjak dari tempat kita tinggal saat ini. Setiap makhluk hidup diciptakan untuk dapat melangsungkan hidupnya, tumbuh, dan berkembang biak dimanapun mereka tinggal. Oleh karena itu, makhluk hidup diberi kemampuan beradaptasi agar dapat bertahan hidup. Adaptasi merupakan keadaan dimana makhluk hidup mampu menyesuaikan tingkah laku dan tindakannya sesuai tempat mereka tinggal. Sebagian manusia yang tinggal di daerah dingin beradaptasi dengan menutup seluruh tubuhnya dengan baju yang tebal agar tidak kedinginan. Bila terbiasa tinggal di kota dimana seluruh fasilitas terpenuhi, manusia tidak akan mati begitu saja saat pindah ke desa yang masyarakatnya jauh lebih sederhana. Mereka harus mampu menyesuaikan diri dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna karena manusia diberi kemampuan untuk berpikir juga dengan semangat dan kegigihannya, manusia hidup. Manusia dipaksa berpikir untuk melangsungkan hidupnya bagaimanapun caranya, jalan yang halal masih banyak ditemukan untuk apa memilih jalan yang dilarang.
Banyak manfaatnya
Kelapa merupakan tanaman yang sangat luar biasa manfaatnya, hampir di setiap tempat kita menemukan hasil olahan dari pohon kelapa. Menu-menu makanan, seperti sayur lodeh, soto, rendang, kue serabi, es kacang hijau, kolak yang biasa kita makan saat buka puasa, es kelapa muda, dan lain-lain, semuanya merupakan hasil olahan dari daging buah kelapa. Memang benar-benar sempurna tanaman kelapa ini, buah kelapa tua maupun muda, dari luar sampai dalam dapat dimanfaatkan. Kulit kelapa yang biasa disebut sabut kelapa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah yang belakangan ini langka, keset (Jawa), dan ada pula yang memanfaatkannya sebagai bahan media tanam. Cangkang atau batok kelapa sebagai pengganti gelas yang sering kita gunakan untuk minum jamu, arang batok kelapa berguna sebagai penjernih air dan penawar racun, dan banyak dijumpai pada toko-toko kerajinan tangan. Air buah kelapa dapat dimanfaatkan sebagai serat yang dibutuhkan manusia melalui pengolahan dengan proses fermentasi yaitu nata de coco.. Tidak hanya buahnya, pelepah daun, tangkai daun, dan daunpun dapat dimanfaatkan. Contohnya sebagai bahan bakar, penutup rumah pengganti genting pada sebagian penduduk Papua primitive, sapu lidi, dan bahan membuat sarung ketupat yang banyak diperdagangkan sebagai tradisi Hari Raya Idul Fitri. Itu semua masih buah dan daun, batang kelapa dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan bahan kerangka rumah. Akar berguna sebagai obat cacingan. Pohon kelapa sendiri mampu memberi kita keteduhan dan melindungi daratan bila terjadi gelombang pasang di pantai.
Manfaat kelapa yang luar biasa banyak dan hampir tidak menghasilkan limbah merupakan refleksi dari manusia. Sebagai manusia, kita hidup tidak hanya untuk diri kita sendiri. Sudah merupakan kaidah bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, manusia diciptakan untuk dapat saling membutuhkan dan saling membantu sesamanya. Seluruh bagian pada manusia dapat berguna membantu orang lain, seperti contohnya kaki seorang tukang pos untuk mengantarkan surat ke rumah, tangan untuk membantu teman yang jatuh, memberi sedekah, badan untuk menopang teman yang lelah, senyuman membantu membangkitkan semangat, mulut membantu teman menyelesaikan masalah, mata membantu orang lain dalam mengungkap suatu fakta kebenaran, hal-hal kecil yang paling penting adalah pikiran dan kemauan dari hati kita. Karena semua kebaikan yang kita lakukan tidak luput dari fungsi otak dan keinginan kita dalam menolong. Kita tahu kebaikan apa yang harus kita perbuat namun tanpa adanya keinginan membantu, kebaikan itu tidak akan terlaksana. Melakukan suatu kegiatan, tubuh tidak hanya mengandalkan satu bagian tubuh. Bagian-bagian tubuh bekerjasama untuk menunjang kegiatan yang kita lakukan, begitu pula kita. Manusia harus bekerjasama dalam mengerjakan pekerjaannya agar terasa lebih mudah dan ringan.
Manusia indah
Hidup dengan berpegang pada filosofi pohon kelapa dapat membantu kita menjalani kehidupan yang sejahtera, makmur, dan nyaman. Mampu beradaptasi terhadap segala macam kondisi, tegar dan bersemangat menjalani hidup juga suka membantu orang lain dalam menyelesaikan masalah. Kehidupan seperti itu mampu mengantarkan kita menuju manusia yang indah seperti indahnya Pohon-pohon kelapa yang menghiasi pantai negri ini. Namun tidak kalah pentingnya untuk tetap bersyukur kepada Tuhan yang menciptakan kita dan telah memberi kita keindahan tubuh dan alam.
*Mahasiswi Universitas Negeri Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s